ASET KEUANGAN 2
ABDILLAH MAJDI
120413403081
Pengertian Aset
Aset adalah segala sesuatu yang memiliki nilai yang
bisa diperdagangkan dan bisa juga ditukar dengan surat berharga atau
barang lainnya.
Aset terbagi dua macam:
1.
Aset berwujud
Aset berwujud yaitu aset yang
memiliki nilai sesuai dengan wujud fisiknya. Misalnya bangunan, mesin, tanah
yang harganya sesuai dengan ongkos pembuatannya.
2.
Aset tidak berwujud
Aset tidak berwujud yaitu aset yang
nilainya tidak sebanding dengan wujud fisiknya. Misalnya surat berharga yang
bentuk fisiknya berupa kertas yang ongkos pembuatannya relatif murah namun
memiliki nilai yang besar apabila dijual.
Aset Keuangan
Aset keuangan tergolong aset
tidak berwujud karena nilai aset ini tergantung dari nilai arus kas yang akan
diterima di masa mendatang. Semakin besar nilai arus kas yang akan diterima di
masa yang akan datang maka semakin besar pula nilai aset keuangan tersebut.
Dalam aset keuangan ada dua
pihak yang berperan di dalamnya yaitu emiten dan investor. Emiten adalah pihak
yang setuju melakukan pembayaran kas/klaim di masa yang akan datang, sementara
investor adalah pihak pemilik aset keuangan (pihak penerima kas/klaim).
Klaim Utang dan Klaim Ekuitas
Klaim yang
dimiliki oleh pemegang aset keuangan bisa berupa sejumlah uang (pendapatan
tetap), atau jumlah yang bervariasi, atau bahkan residual. Dalam hal ini
pendapatan tetap aset keuangannya dinamakan instrumen utang. Yang termasuk ke
dalam kategori aset ini adalah kredit dan obligasi.
Klaim ekuitas
(klaim residual) mewajibkan emiten aset keuangan untuk membayar sejumlah
deviden berdasarkan laba yang diperoleh perusahaan. Sehingga pendapat yang
didapat oleh investor termasuk dalam kategori pendapatan tidak tetap. Contoh
aset keuangan ini adalah saham biasa.
Peranan Aset Keuangan
Aset keuangan memiliki dua
fungsi ekonomi utama, yaitu:
1.
Mengalihkan dana dari masyarakat yang memiliki dana lebih
kepada masyarakat yang memerlukan dana untuk berinvestasi dalam bentuk aset
berwujud.
2.
Untuk mengalihkan dana sedemikian rupa sehingga resiko yang
tidak dapat dihindarkan dalam arus kas yang dihasilkan aset berwujud, dapat
dialihkan/dibagikan antara mereka yang membutuhkan dana dan mereka yang
menyediakan dana.
Perbedaan Aset Keuangan dengan Aset Berwujud
Aset keuangan dan aset berwujud memiliki
perbedaan secara fisik, pada aset berwujud bentuk fisik aset dapat langsung
dinilai dengan uang. Sedangkan pada aset keuangan wujud fisiknya tidak
mencerminkan nilai dari aset keuangan tersebut. Namun kedua aset tersebut
memiliki kesamaan yaitu arus kas yang akan diperoleh/diterima di masa yang akan
datang.
Contoh Aset Keuangan
- Pinjaman/kredit
- Obligasi Ritel Republik
Indonesia
ORI adalah produk investasi berupa
obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia yang dapat dimiliki oleh
warganya (dijual untuk warga Indonesia). ORI digunakan untuk mendanai anggaran
negara.
- Saham biasa
- Saham Preferen
Saham preferen adalah saham yang memiliki hak lebih dibandingkan dengan
saham biasa. Pemegang saham preferen akan menerima dividen lebih dulu dan
memiliki hak suara dibandingkan pemegang saham biasa.
- Obligasi
REFERENSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar