Aset Keuangan 1



ASET KEUANGAN
ABDILLAH MAJDI
120413403081


Pengertian Aset
Aset adalah segala sesuatu yang memiliki nilai yang bisa diperdagangkan dan bisa juga ditukar dengan surat berharga atau barangn lainnya. Aset terbagi dua macam:
1.       Aset berwujud
     Aset berwujud yaitu aset yang memiliki nilai sesuai dengan wujud fisiknya. Misalnya bangunan, mesin, tanah yang harganya sesuai dengan ongkos pembuatannya.

2.       Aset tidak berwujud
     Aset tidak berwujud yaitu aset yang nilainya tidak sebanding dengan wujud fisiknya. Misalnya surat berharga yang bentuk fisiknya berupa kertas yang ongkos pembuatannya relatif murah namun memiliki nilai yang besar apabila dijual.

           Aset Keuangan
Aset keuangan tergolong aset tidak berwujud karena nilai aset ini tergantung dari nilai arus kas yang akan diterima di masa mendatang. Semakin besar nilai arus kas yang akan diterima di masa yang akan datang maka semakin besar pula nilai aset keuangan tersebut.
Emiten/issuer : pihak yang setuju untuk melakukan pembayaran kas/klaim atas aset keuangan tersebut. Sedangkan investor adalah pihak penerima klaim.

Jenis-jenis aktiva keuangan adalah:
1.      Uang
2.      Saham
3.      Instrumen hutang

Contoh Aset Keuangan
a.       Pinjaman/kredit
Misal kredit untuk keperluan konsumsi
b.      Obligasi Ritel Republik Indonesia (ORI)
Produk investasi berupa obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia yang dapat dimiliki oleh warganya (dijual untuk warga Indonesia). ORI digunakan untuk mendanai anggaran negara.
c.       Saham biasa
Misal Saham yang dikeluarkan oleh PT Telkomsel
d.      Obligasi
Misal obligasi yang dikeluarkan PT Makmur


Sifat-sifat instrumen aset keuangan:
a.       Divisibility
Asset keuangan relatif lebih mudah dipecah-pecah. Contoh Stock split pada saham.
b.      Marketability
Asset keuangan relatif lebih mudah dipasarkan.
c.       Curreny
Aset keuangan menggunakan mata uang tertentu yang bertujuan untuk mengurangi resiko fluktuasi nilai tukar. Pada umumnya menggunakan dollar AS.
d.      Moneyness
Aset keuangan berfungsi sebagai alat pembayaran
e.      Reversibility
Aset keuangan dapat ditukarkan dengan aset fisik/konkrit.
f.        Liquidity
Asset keuangan mudah dijadikan kas.
g.       Converability
Beberapa aset keuangan (saham) bisa ditukarkan dengan saham lain.
h.      Return predictability
Penerimaan dari asset keuangan dapat diprediksi

Resiko Aset Keuangan
Resiko aset keuangan ada 3, yaitu:
1.       Resiko daya beli (purchasing power risk)
          Resiko daya beli timbul karena adanya inflasi oleh karena itu disebut juga dengan inflation risk. Inflasi memiliki dampak yang signifikan pada tingkat bunga karena akan mengurangi daya beli.
2.       Resiko Kredit (credit risk) atau resiko kelalaian (default risk)
        Resiko yang disebabkan oleh ketidakmampuan peminjam untuk membayar kewajibannya. Artinya peminjam tidak melakukan pembayaran bunga atau pokok yang telah dijadwalkan sebelumnya.
3.       Resiko nilai tukar (foreign exchange risk)
         Resiko yang timbul apabila berinvestasi pada mata uang asing (valas). Hal ini disebabkan karena andanya perbedaan nilai tukar mata uang antara negara satu dengan negara lainnya. Misalnya berinvestasi pada aset yang menggunakan mata uang dollar AS, apabila rupiah menguat maka investor akan menerima rupiah dalam jumlah yang lebih sedikit.




REFERENSI
Eugene. Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Essential of Financial Management buku 1 edisi 11. Salemba Empat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar